Ehem-ehem, wuihhh… udah berapa bulan nih gak ngeblog??? Satu semester lebih bo! Haha, paraaah… parah… ya sudahlah, dari pada enggak sama sekali, Ratih isi lagi ya sekarang :p
Mm… ngomong-ngomong jadi inget nih sama salah satu acara di radio beberapa hari lalu. Lupa nama radionya apa, tapi acaranya bener-bener bagus. Tentang motivasi diri. Macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Kalau gak salah itu temanya.
Kita tahu kalau seorang manusia jika telah meninggal pasti akan meninggalkan sebuah nama. Tapi masalahnya, nama yang seperti apa yang akan diingat banyak orang di sekitar kita nanti? Nama dari seorang yang hidupnya sangat dermawan kah, baik kah, ramah kah, hebat kah atau sebaliknya? Mm… hal ini mungkin bisa kita pikirkan matang-matang.
Seseorang hidup di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Masing-masing dari kita punya banyak kelebihan, tapi kita juga punya banyak kelemahan dan kelemahan ini kadang menghambat kemajuan hidup kita. Masalahnya banyak orang sering terfokus pada kelemahan mereka. Padahal mereka masih punya kelebihan-kelebihan yang patut mereka banggakan. Hanya perlu disyukuri, sekecil apapun kelebihan itu. Hal itu pasti akan meningkatkan rasa percaya diri kita.
Lalu bagaimana dengan kelemahan kita? Bagaimana cara menanganinya? Apakah perlu dihilangkan? Wah, ternyata tidak bisa teman. Kelemahan seseorang tidak bisa dihilangkan. Bagaimana pun caranya, kelemahan itu tidak bisa hilang dalam diri kita. Kita hanya bisa mengurangi kadar kelemahan yang kita miliki agar tidak terlalu dominan menguasai diri kita dan mempersempit cara pandang kita. Bagaimana caranya?
Sederhana ternyata. hanya cukup diberi makan tiga kali sehari. Yup! Sarapan, makan siang, dan makan malam. Cuma itu. Ha??? Maksudnya??? Hehe… bingung kan? Itu maksudnya kita harus melakukan kebiasaan-kebiasaan khusus selama rentang waktu tersebut. Modalnya cukup murah kok. Hanya berbekal sebuah catatan kecil dan alat tulis. Simple kan???
Tapi, kebiasaan seperti apa sih ini? Oke, mulai dari pagi hari yap. Sarapan pagi kita hingga jam makan siang tiba nanti harus dibumbui sebuah catatan. Perhatikan dengan seksama feedback apa saja yang diberikan orang-orang di sekitar kita terhadap apa yang telah kita lakukan sepanjang pagi itu. Tulis. Jangan segan menuliskan hal terburuk sekalipun karena itu merupakan point yang paling penting yang harus benar-benar kita atasi.
Selanjutnya, setelah feedback-feedback tersebut kita tulis maka kita beralih ke makan siang yaitu DO THE FEEDBACK. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi feedback-feedback yang telah kita tulis tadi? Untuk feedback-feedback yang negatif, pastinya sebisa mungkin kita harus menguranginya bagaimana pun caranya kan? Karena itu, lakukan sesuatu untuk merubahnya, saat itu juga! Mulailah merubahnya dari sekarang!
Sip! Makan siang selesai, jangan lupa, saatnya makan malam. Yup, makan malam. Di sini, kita harus melakukan REFLECTION. Coba evaluasi, apa saja yang sudah kita lakukan sejak tadi pagi hingga malam ini. Apakah kita sudah do the best feedback untuk feedback-feedback yang telah kita catat tadi? Jika ya, pertahankan itu. Jangan diubah! Tapi jika belum, ambilah rumus HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN. Jangan mengeluhkan segala cobaan yang telah kita hadapi. Bagaimana pun juga cobaan merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk membuat kita menjadi lebih kuat! Allah memberikan cobaan pada titik-titik kelemahan kita karena Ia ingin agar kita bisa sedikit demi sedikit mengurangi kelemahan-kelemahan dalam diri kita. Dengan telah terbiasanya titik kelemahan kita dibombardir dengan segala permasalahan yang ada, maka kita akan semakin kuat menghadapinya. Terlebih lagi jika kita bisa mengatasinya dengan baik dengan Do the best feedback tadi. Wow! Bisakah??? Pasti bisa!
Masalahnya… maukah kita menjalankan hal rutin itu? Maukah kita membiasakan kebiasaan baru itu? Maukah kita berlelah-lelah selama 21 hari dengan kebiasaan asing itu? Tunggu, 21 hari??? Apakah harus 21 hari? Yup, memang harus 21 hari teman. Karena ternyata di dunia ini ada yang namanya HUKUM 21 HARI, yaitu jika kita melakukan suatu hal baru selama 21 hari secara berturut-turut maka pada hari ke-22 hal baru itu akan menjadi suatu kebiasaan bagi kita. Enggak percaya??? Silahkan dicoba…

Recent Comments